Risiko dan Etika Kecerdasan Arti˪sial Generatif
Materi Pembelajaran AI-Coding untuk SMP Kelas 7 - Pendekatan Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL)
Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari materi ini, siswa diharapkan mampu:
- Mengidentifikasi berbagai risiko penggunaan Kecerdasan Arti˪sial Generatif
- Memahami etika dalam penggunaan Kecerdasan Arti˪sial Generatif
- Menerapkan pedoman penggunaan AI Generatif secara bijak dan bertanggung jawab
- Menganalisis contoh kasus terkait bias, halusinasi, ketergantungan, dan hak cipta dalam AI Generatif
- Membuat keputusan etis dalam penggunaan teknologi AI Generatif
Apersepsi: Skenario Pembelajaran Berbasis Masalah
Anda mendapat tugas kelompok untuk membuat presentasi tentang pahlawan nasional Indonesia. Salah satu anggota kelompok, Rina, menggunakan AI generatif untuk mencari informasi dan membuat konten presentasi. AI memberikan informasi yang detail tentang kehidupan pahlawan tersebut, termasuk fakta-fakta yang menarik.
Ketika presentasi, guru menanyakan sumber informasi. Rina menyebutkan bahwa informasi berasal dari AI generatif. Guru kemudian mempertanyakan keakuratan informasi karena menemukan beberapa fakta yang tidak sesuai dengan sejarah yang diketahui.
Pertanyaan Reflektif: Apa yang menjadi masalah dalam skenario ini? Bagaimana seharusnya Rina menggunakan AI generatif untuk tugas sekolah?
Diskusikan dengan teman sekelompok Anda dan tuliskan ide-ide Anda mengenai solusi yang bertanggung jawab!
Risiko AI Generatif
Kecerdasan Arti˪sial Generatif memiliki potensi risiko yang perlu kita pahami:
AI dapat mereproduksi dan memperkuat bias yang ada dalam data pelatihannya. Contoh: AI mungkin menghasilkan stereotip gender atau ras tertentu karena data historis yang bias.
AI generatif dapat menghasilkan informasi yang terdengar meyakinkan tetapi sebenarnya tidak akurat atau sepenuhnya fiktif. Ini terjadi ketika AI "mengarang" fakta atau sumber yang tidak ada.
Pengguna dapat menjadi terlalu bergantung pada AI, mengurangi kemampuan berpikir kritis dan kreativitas mereka sendiri. Ketergantungan berlebihan dapat menghambat pengembangan keterampilan penting.
AI generatif dilatih dengan data yang mungkin dilindungi hak cipta. Hasil generasi AI dapat menimbulkan pertanyaan tentang kepemilikan karya dan pelanggaran hak cipta.
Etika Penggunaan AI Generatif
Prinsip-prinsip etika untuk penggunaan AI Generatif yang bijak dan bertanggung jawab:
Selalu jelas dan terbuka tentang penggunaan AI. Jika Anda menggunakan AI untuk membuat konten, akui penggunaannya.
Selalu periksa keakuratan informasi dari AI dengan sumber-sumber terpercaya sebelum menggunakannya.
Gunakan AI sebagai alat bantu, bukan pengganti pemikiran dan kreativitas Anda sendiri.
Jangan menggunakan AI untuk menyalin atau menjiplak karya orang lain. Hormati hak cipta dan kekayaan intelektual.
Pertimbangkan bagaimana penggunaan AI Anda dapat memengaruhi orang lain dan masyarakat secara luas.
Refleksi: Latihan Soal
Uji pemahaman Anda tentang risiko dan etika AI Generatif dengan latihan berikut:
Pedoman Praktis Penggunaan AI Generatif
✅ Yang Harus Dilakukan
- Gunakan AI sebagai alat bantu belajar
- Verifikasi informasi dari sumber lain
- Akui penggunaan AI dalam karya Anda
- Gunakan untuk mengeksplorasi ide, bukan menyalin
- Pertimbangkan bias yang mungkin ada dalam output AI
❌ Yang Harus Dihindari
- Menganggap semua output AI sebagai fakta
- Menggunakan AI untuk menjiplak karya orang
- Bergantung sepenuhnya pada AI tanpa berpikir kritis
- Menggunakan AI untuk menyebarkan informasi salah
- Mengabaikan isu hak cipta dalam konten generasi AI